*Tidak ada unsur kemesuman apapun dalam judul di atas!*
Beberapa waktu ini hari-hari terasa berat. Otak nge-blank, emosi meluap-luap, ngapain aja suntuk, bawaannya marah-marah mulu. Apa ada yang pernah merasa seperti itu? Asumsiku sih ini yang namanya titik jenuh tertinggi. Apalagi buat seseorang yang tidak menyenangi kegiatan belajar-mengajar seintensif ini. Ibaratnya titik jenuh itu seperti termometer dengan batas tertentu, dimana setiap hari suhu terus-menerus naik. Nah, kalau misalnya rekan-rekanku di sini batasan ukurannya sekitar 100 derajat celcius, batasanku hanya berkisar antara 60-75 derajat. Lah, otomatis paling cepet bosan yak?
Terlebih lagi, di sini tidak banyak kegiatan menyenangkan yang bisa dikerjakan. From the previous post, speech-ku bilang kalau anak2 di sini cukup baik. Iya, baik, tapi membosankan. Baiklah, daripada aku mati kebosanan di hari libur ini tanpa ada aktivitas berarti yang dapat men-distract kejenuhan totalku ini, bagaimana kalau aku ceritakan tentang rekan-rekanku di sini? :)
Tim kami terdiri dari 8 orang yang masing-masing berbeda *yaiyalah*. 4 ladies, 3 men and 1 incompetently gendered *me :)*
The ladies are consisted of 2 pairs of roomates. One pair of real ladies, they're up with mall hangouts, shopping, boys, and quite the lady. well, you know what i meant. Another girl pair is.. well, not exactly girls because they act slob. Let's just call the lady pair W.E. and the slob lady pair I.O. I don't get along with the ladies too well, but they're so into each other when hanging together.
The 2 boys- one's still not here yet- are quite nice. One of them is a real plain nerd, while another is a likely artsie just like me whose I have a crush on *kidding, but not a true lie*. They often help me on technical problem, and simply humorous.
That's some short story of fella I have rite now. How about one story for each of them? After lunch, maybe? :) gtg, bye buddies.
Thursday, May 13, 2010
Sunday, May 9, 2010
Graduation: Luck and Hope Speech *??* :)
What's up, guys? Pastinya pada baik2 aja kan menghadapi perpisahan? eh, maksudnya siap itu udah aware lah hari ini mau perpisahan, bukan baik2 seneng karena mau pisah... pokoknya begitu lah! Mungkin kalian malah merasa campur aduk antara sedih, bahagia, haru, bangga, dsb, to'? Don't worry, it will be over SOON! Too bad I can't be there. Tadinya rencananya aku mau pesan tiket perjalanan pulang pergi semalam tapi gak dibolehin... HIKS!
Haaah.. *menghela nafas* saat kalian sedang asik2nya berpesta, aku malah dituntut belajar di malan senin ini.. Freaking hard technical problem, you know? Tapi lama2 aku terbiasa di sini. Gak tau kenapa, padahal aslinya aku musuh kelas berat fisika, lho.. *tidak secara harfiah*
Emang, aku seriiing banget merindukan kelas asliku yang belajarnya gak (terlalu) berat, teman2 yang gokil dan mau mendengarkan aspirasi saya, guru2 yang baik dan murah senyum, dan sohib2ku yang mau aja aku galakin, hehe, sori ya.
Walau rinduku amat berat, aku di sini baik2 selain itu. Aku udah mulai ngerti rasanya perjuangan itu. Bukan cuma lewat buku2 setebal diktat dan isinya sepadat kantong doraemon, tapi aku juga belajar bertahan menjadi junior di hutan senior yang pintar2, bagaimana aku harus mengontrol emosi dan mental yang labil sebagai anak SMP baru mau lulus, menghadapi situasi untuk belajar hingga larut malam tetapi harus bangun pagi2 dan gak boleh ngantuk di kelas selama 8 jam ke depan, juga merelakan waktu having fun seperti nonton TV, main gitar, hangout, dll. Apalagi belakangan ini saat kalian sudah selesai tes SMA dan boleh jalan2, aku terkurung di sini dengan gunungan buku mekanika. Intinya, hari2 di sini emang berat. Tapi kalau kulihat sisi positifnya, I find that my friends here are quite nice. Yah, mereka mungkin pendengar yang buruk dan cukup egois akan opini, tapi mereka ambisius dan bisa diajak bercanda di saat yang tepat ("nerds.." gumamku dalam hati setiap hari). Mereka meringankan bebanku akan perjuangan yang semula kuanggap berat, dan mau mengerti kondisi emosiku yang labil apalagi ditambah putar otak buat fisika. They're nice :)
Aku sadar, selama 2 tahunku di SMP kalian telah mengisi hari2ku dengan penuh warna. Tapi tidak dengan warna abu-abu. They were all bright. I saw no gray when I was with you guys. Now I find this color here, I find out gray is quite adorable color, shady beauty. Kalian... belum pernah mengajariku apa itu perjuangan. Itu saja yang terasa kurang selama aku bersama kalian.
But our path is still long ahead. At this graduation moment, I'd like you all to promise each other, berjanjilah pada teman2 terdekatmu bahwa suatu hari kalian akan merengkuh keberhasilan hasil keringat perjuangan jujur yang telah kalian lalui. Perjuangan adalah esensi kehidupan. Selagi kalian masih bersenang-senang, aku tidak ingin kalian lengah dan melupakan itu. mungkin perjuangan kalian akan dimulai besok, lusa, atau mungkin sudah terlaksana dan membuahkan hasil? :)
Anyway, I wish you luck for your next step. You guys have been doing great so far. Thanks for your support all this time. I'm proud of you guys, you rock. I love you all. *kayak penyanyi aja* :)
---------------------
Fyi, makasih ya udah mau mendengarkan uneg2 yang sudah saya mau tulis (tapi lupa) selama ini dalam bentuk "speech". :)
Haaah.. *menghela nafas* saat kalian sedang asik2nya berpesta, aku malah dituntut belajar di malan senin ini.. Freaking hard technical problem, you know? Tapi lama2 aku terbiasa di sini. Gak tau kenapa, padahal aslinya aku musuh kelas berat fisika, lho.. *tidak secara harfiah*
Emang, aku seriiing banget merindukan kelas asliku yang belajarnya gak (terlalu) berat, teman2 yang gokil dan mau mendengarkan aspirasi saya, guru2 yang baik dan murah senyum, dan sohib2ku yang mau aja aku galakin, hehe, sori ya.
Walau rinduku amat berat, aku di sini baik2 selain itu. Aku udah mulai ngerti rasanya perjuangan itu. Bukan cuma lewat buku2 setebal diktat dan isinya sepadat kantong doraemon, tapi aku juga belajar bertahan menjadi junior di hutan senior yang pintar2, bagaimana aku harus mengontrol emosi dan mental yang labil sebagai anak SMP baru mau lulus, menghadapi situasi untuk belajar hingga larut malam tetapi harus bangun pagi2 dan gak boleh ngantuk di kelas selama 8 jam ke depan, juga merelakan waktu having fun seperti nonton TV, main gitar, hangout, dll. Apalagi belakangan ini saat kalian sudah selesai tes SMA dan boleh jalan2, aku terkurung di sini dengan gunungan buku mekanika. Intinya, hari2 di sini emang berat. Tapi kalau kulihat sisi positifnya, I find that my friends here are quite nice. Yah, mereka mungkin pendengar yang buruk dan cukup egois akan opini, tapi mereka ambisius dan bisa diajak bercanda di saat yang tepat ("nerds.." gumamku dalam hati setiap hari). Mereka meringankan bebanku akan perjuangan yang semula kuanggap berat, dan mau mengerti kondisi emosiku yang labil apalagi ditambah putar otak buat fisika. They're nice :)
Aku sadar, selama 2 tahunku di SMP kalian telah mengisi hari2ku dengan penuh warna. Tapi tidak dengan warna abu-abu. They were all bright. I saw no gray when I was with you guys. Now I find this color here, I find out gray is quite adorable color, shady beauty. Kalian... belum pernah mengajariku apa itu perjuangan. Itu saja yang terasa kurang selama aku bersama kalian.
But our path is still long ahead. At this graduation moment, I'd like you all to promise each other, berjanjilah pada teman2 terdekatmu bahwa suatu hari kalian akan merengkuh keberhasilan hasil keringat perjuangan jujur yang telah kalian lalui. Perjuangan adalah esensi kehidupan. Selagi kalian masih bersenang-senang, aku tidak ingin kalian lengah dan melupakan itu. mungkin perjuangan kalian akan dimulai besok, lusa, atau mungkin sudah terlaksana dan membuahkan hasil? :)
Anyway, I wish you luck for your next step. You guys have been doing great so far. Thanks for your support all this time. I'm proud of you guys, you rock. I love you all. *kayak penyanyi aja* :)
---------------------
Fyi, makasih ya udah mau mendengarkan uneg2 yang sudah saya mau tulis (tapi lupa) selama ini dalam bentuk "speech". :)
Saturday, March 6, 2010
First Lone Trip
Currently listening to: [Start]: Brick by Boring Brick - Paramore ; [End]: I Wanna - The All-American Rejects
Current mood: [Start]: Hungry ; [End]: Sleepy
Random thought: I shoulda update my blog more :\
- Alright, today's topic is my first lone trip.
As I probably have told you guys from my previous posts, saya sedang menjalani masa-masa karantina pelatihan untuk olmpiade fisika tingkat SMA di Tangerang. and after 4 months of torture, saya akhirnya pulang hari ini untuk mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional SMP.
Lumayan susah kalau kena penuaan dini (dalam konteks ini: siswa SMP dalam pelatihan fisika SMA :P), apalagi progress masuk SMA dan persiapan ujian akhirnya. Awal-awal saja saya sempat terpikir untuk masuk SMA 1 Yogya, namun niat itu terpaksa harus saya urungkan sekarang akibat pelatihan ini, karena proses penerimaannya akan menjadi rumit. Semestinya saya didaftarkan dengan surat rekomendasi atas nama organisasi pelatihan, yang menjadi masalah adalah fakta bahwa: "Saya terpilih mewakili Balikpapan untuk OSK dan OSP, sedangkan saya akan melanjutkan SMA di Yogyakarta padahal OSN baru akan dimulai 2 bulan setelah penerimaan saya di jenjang SMA." Nah loh. Saya mewakili siapa toh? mungkin itu yang ada di pikiran pihak-pihak pendidik yang terkait.
Jadilah nasib saya akan didaftarkan di SMA seberang gedung SMP saya saat ini.. -_-' well, that's not a main problem, but generally still sucks. Sucks because I chose SMA 1 Yogya to have the experience of being out of parent's sight control, but apparently this 'quarantine' gives me similar stuffs as I wanted. =)
So today I was out of the dorm... harshly. I was supposed to be picked up at 9.30, but I waited until 10.30 and no one had come. Apparently my aunt got stuck at the traffic and couldn't get the dorm so she decided to leave the picking to my other uncle and attempted to wait for me in the airport. I got picked up at 11.25. I fell asleep at the time so I readied myself quickly. Everyone was inside their room, and I couldn't tell what they were doing. I didn't get to say any good-byes or anything. Soooo... my mom said that this uncle knew some shortcuts that might take us to the airport faster than using normal route.
To get to the point straightly, I arrived at the airport at 12.15. When I checked in, they told me that the passengers should've boarded that time. So, I rushed myself once again, all the way to the plane. I never have travelled by plane alone before, and I thought in this first experience I could at least get myself relaxed, sipping Starbucks or walking around the hallway while waiting for the call. But this dream remains dream. Oh well, maybe next time. I finally got myself on the airplane at time. Thank God. And all the way home, at the plane, what I did was sleeping. So no special things or some exciting stuffs occured in the trip. Perhaps just the nervous breakdown, especially when the airport crews acted like I was already late and couldn't get home. =( I was terrified.
Sesampainya di bandara pukul 15.53 WITA, langsung dah saya ambil bagasi dan keluar. Ngapain lama-lama?? hehe. Keluar terminal, saya disambut orangtua saya dan adik saya. Ibu sempat menanyakan tentang perjalanan sendiri pertama saya, dan saya jawab saja seadanya: HAMPIR TELAT, MAH.
Kami berempat melesat menuju eWalk, duduk di seat Pizza Hut untuk late-lunch. Tiba-tiba saya mendapat telepon dari Romy cs. Guess what? Apparently those guys were going to airport to pick me up! WTF? They didn't tell me first =(
Eeh, tahunya datanglah Winona dari kejauhan bersama ibunya dan Devira. Lho?
No need for further information, right? As with Wino and Deppy will be the moment boredom never struck, we walked around eWalk and chatted in the Starbucks, talking about things occured or new stuffs since I departed 4 months ago.
Well, looking forward to see those classmatey guys that I have put myself effort on making them blog~!
Current mood: [Start]: Hungry ; [End]: Sleepy
Random thought: I shoulda update my blog more :\
- Alright, today's topic is my first lone trip.
As I probably have told you guys from my previous posts, saya sedang menjalani masa-masa karantina pelatihan untuk olmpiade fisika tingkat SMA di Tangerang. and after 4 months of torture, saya akhirnya pulang hari ini untuk mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional SMP.
Lumayan susah kalau kena penuaan dini (dalam konteks ini: siswa SMP dalam pelatihan fisika SMA :P), apalagi progress masuk SMA dan persiapan ujian akhirnya. Awal-awal saja saya sempat terpikir untuk masuk SMA 1 Yogya, namun niat itu terpaksa harus saya urungkan sekarang akibat pelatihan ini, karena proses penerimaannya akan menjadi rumit. Semestinya saya didaftarkan dengan surat rekomendasi atas nama organisasi pelatihan, yang menjadi masalah adalah fakta bahwa: "Saya terpilih mewakili Balikpapan untuk OSK dan OSP, sedangkan saya akan melanjutkan SMA di Yogyakarta padahal OSN baru akan dimulai 2 bulan setelah penerimaan saya di jenjang SMA." Nah loh. Saya mewakili siapa toh? mungkin itu yang ada di pikiran pihak-pihak pendidik yang terkait.
Jadilah nasib saya akan didaftarkan di SMA seberang gedung SMP saya saat ini.. -_-' well, that's not a main problem, but generally still sucks. Sucks because I chose SMA 1 Yogya to have the experience of being out of parent's sight control, but apparently this 'quarantine' gives me similar stuffs as I wanted. =)
So today I was out of the dorm... harshly. I was supposed to be picked up at 9.30, but I waited until 10.30 and no one had come. Apparently my aunt got stuck at the traffic and couldn't get the dorm so she decided to leave the picking to my other uncle and attempted to wait for me in the airport. I got picked up at 11.25. I fell asleep at the time so I readied myself quickly. Everyone was inside their room, and I couldn't tell what they were doing. I didn't get to say any good-byes or anything. Soooo... my mom said that this uncle knew some shortcuts that might take us to the airport faster than using normal route.
To get to the point straightly, I arrived at the airport at 12.15. When I checked in, they told me that the passengers should've boarded that time. So, I rushed myself once again, all the way to the plane. I never have travelled by plane alone before, and I thought in this first experience I could at least get myself relaxed, sipping Starbucks or walking around the hallway while waiting for the call. But this dream remains dream. Oh well, maybe next time. I finally got myself on the airplane at time. Thank God. And all the way home, at the plane, what I did was sleeping. So no special things or some exciting stuffs occured in the trip. Perhaps just the nervous breakdown, especially when the airport crews acted like I was already late and couldn't get home. =( I was terrified.
Sesampainya di bandara pukul 15.53 WITA, langsung dah saya ambil bagasi dan keluar. Ngapain lama-lama?? hehe. Keluar terminal, saya disambut orangtua saya dan adik saya. Ibu sempat menanyakan tentang perjalanan sendiri pertama saya, dan saya jawab saja seadanya: HAMPIR TELAT, MAH.
Kami berempat melesat menuju eWalk, duduk di seat Pizza Hut untuk late-lunch. Tiba-tiba saya mendapat telepon dari Romy cs. Guess what? Apparently those guys were going to airport to pick me up! WTF? They didn't tell me first =(
Eeh, tahunya datanglah Winona dari kejauhan bersama ibunya dan Devira. Lho?
No need for further information, right? As with Wino and Deppy will be the moment boredom never struck, we walked around eWalk and chatted in the Starbucks, talking about things occured or new stuffs since I departed 4 months ago.
Well, looking forward to see those classmatey guys that I have put myself effort on making them blog~!
Sunday, January 17, 2010
Sherlock Holmes Review and Entry 17 January!!
"Sometimes you just have to choose..." -
Weekend has come and it's time for a sunday break! Yee-haw! I've been looking forward for a sunday morning to arrive~! Unfortunately, I woke up late this morning and skipped breakfast again... But today I'm taking a day off from training and plan to go to a mall with my auntie. Shopping needs, watching movie, and taking a coffee break. The problem is, I wanted to go to Starbucks and watch Sherlock Holmes at the same time. However, they both are not located in the same place and our time is finite so we cannot fulfill both of them.
This day's prior was to watch Sherlock Holmes!! So we chose to go to WTC and skipped Starbucks break. I know it's not booming anymore, but better late than never, right? It's the first movie I saw in 2010 and it was pretty awesome for a start!! :) This is a summareview I TRY to write myself:
Sherlock Holmes settings takes place in London, past London, to be precise. The movie started with a moment where Holmes and his partner, Watson, arrested Lord Blackwood in murdering 4 girls and his attempt to kill his 5th victim. 3 months later, Blackwood is executed in public.
The story's getting its problem when Holmes and Watson found out from the police that Blackwood has been resurrected from death. They then tried to solve the problem by the request from police inspector. Unfortunately, the public started to know about the rumor and panicked. Most of them believed that only supernatural powers can bring Blackwood back to life. Holmes is getting busier with additional case request from Irene Adler, his love. Holmes found out about the Four Ordo and the magic effects. Blackwood started chaos by murder attempts to the important people in England and the ones that related to the Four Ordo.
It turns out all of the cases are related to each other. In the end, it was clearly undeniable that all those magic and black powers Blackwood has done was nothing than a modern science which includes early-time chemistry and electricity.
The most impressive thing about this movie is Holmes' power of deduction and his plain genius-personality that always puts his partner Watson and himself in trouble. I really like how they mixed the movie with light comedies. Especially when it comes to the partnership of Holmes and Watson. Holmes annoys Watson often in this movie, but Watson himself was just too kind to let it flow. It is also great when they two were in action of solving Blackwood case by relying to their deductive skills and saving Adler from Blackwood's attempt to murder him. It was a trap, actually. One more thing, this movie is also wrapped in some fight actions, not only plain brain he was using there.
Anyway, my favorite scene is when Holmes and Watson solved one by one problems with their skills. And when they started to understand each other without words. They both were so funny when they were together!
=======================
Okee.. mungkin reviewnya cukup sekian kali ya. Mungkin udah pada bosen bacanya. Pheww.. walau senang bisa nonton SH, adaa aja hal-hal yang masih bikin saya tidak betah di sini. Kemarin kami tes, dan soal-soalnya kayak *****!!! sampai-sampai membuat saya ilfeel dan ingin menangis.
Hidup di sini berat, buat saya amat berat. Entah karena saya terlalu sensitif atau apa.
Setiap kali saya memotivasi dan meyakinkan diri dengan memikirkan bahwa masih banyak anak-anak yang malang yang tidak bisa bersekolah lagi, bahwa keperluan saya disini tercukupi, bahwa saya seharusnya bisa bersyukur ada di sini, entah kenapa saya semakin merasa tidak pantas untuk mengenyam pendidikan khusus di sini. Saya merasa down. Ini terjadi setiap kali saya selesai mengerjakan test. Nol, nol, dan nol besar hasilnya.
Ibu saya selalu memberitahu bahwa yang penting usahanya, dan urusan hasil ada di tangan Allah. Tapi ada apa dengan saya? Tiap kali saya merasa tidak mampu, saya terus-menerus berkata saya tidak mampu dan mulai stress. Mungkin kalian akan bilang "jangan berkata tidak mampu" atau sejenisnya, tapi cara menanamkannya di hati itu AMAT SUSAH. terutama di sini. mungkin di tempat kalian memiliki masalah menanamkan itu gampang, tapi tidak di sini.
Roda kehidupan saya sudah mulai bergulir ke bawah...
Weekend has come and it's time for a sunday break! Yee-haw! I've been looking forward for a sunday morning to arrive~! Unfortunately, I woke up late this morning and skipped breakfast again... But today I'm taking a day off from training and plan to go to a mall with my auntie. Shopping needs, watching movie, and taking a coffee break. The problem is, I wanted to go to Starbucks and watch Sherlock Holmes at the same time. However, they both are not located in the same place and our time is finite so we cannot fulfill both of them.
This day's prior was to watch Sherlock Holmes!! So we chose to go to WTC and skipped Starbucks break. I know it's not booming anymore, but better late than never, right? It's the first movie I saw in 2010 and it was pretty awesome for a start!! :) This is a summareview I TRY to write myself:
Sherlock Holmes settings takes place in London, past London, to be precise. The movie started with a moment where Holmes and his partner, Watson, arrested Lord Blackwood in murdering 4 girls and his attempt to kill his 5th victim. 3 months later, Blackwood is executed in public.
The story's getting its problem when Holmes and Watson found out from the police that Blackwood has been resurrected from death. They then tried to solve the problem by the request from police inspector. Unfortunately, the public started to know about the rumor and panicked. Most of them believed that only supernatural powers can bring Blackwood back to life. Holmes is getting busier with additional case request from Irene Adler, his love. Holmes found out about the Four Ordo and the magic effects. Blackwood started chaos by murder attempts to the important people in England and the ones that related to the Four Ordo.
It turns out all of the cases are related to each other. In the end, it was clearly undeniable that all those magic and black powers Blackwood has done was nothing than a modern science which includes early-time chemistry and electricity.
The most impressive thing about this movie is Holmes' power of deduction and his plain genius-personality that always puts his partner Watson and himself in trouble. I really like how they mixed the movie with light comedies. Especially when it comes to the partnership of Holmes and Watson. Holmes annoys Watson often in this movie, but Watson himself was just too kind to let it flow. It is also great when they two were in action of solving Blackwood case by relying to their deductive skills and saving Adler from Blackwood's attempt to murder him. It was a trap, actually. One more thing, this movie is also wrapped in some fight actions, not only plain brain he was using there.
Anyway, my favorite scene is when Holmes and Watson solved one by one problems with their skills. And when they started to understand each other without words. They both were so funny when they were together!
=======================
Okee.. mungkin reviewnya cukup sekian kali ya. Mungkin udah pada bosen bacanya. Pheww.. walau senang bisa nonton SH, adaa aja hal-hal yang masih bikin saya tidak betah di sini. Kemarin kami tes, dan soal-soalnya kayak *****!!! sampai-sampai membuat saya ilfeel dan ingin menangis.
Hidup di sini berat, buat saya amat berat. Entah karena saya terlalu sensitif atau apa.
Setiap kali saya memotivasi dan meyakinkan diri dengan memikirkan bahwa masih banyak anak-anak yang malang yang tidak bisa bersekolah lagi, bahwa keperluan saya disini tercukupi, bahwa saya seharusnya bisa bersyukur ada di sini, entah kenapa saya semakin merasa tidak pantas untuk mengenyam pendidikan khusus di sini. Saya merasa down. Ini terjadi setiap kali saya selesai mengerjakan test. Nol, nol, dan nol besar hasilnya.
Ibu saya selalu memberitahu bahwa yang penting usahanya, dan urusan hasil ada di tangan Allah. Tapi ada apa dengan saya? Tiap kali saya merasa tidak mampu, saya terus-menerus berkata saya tidak mampu dan mulai stress. Mungkin kalian akan bilang "jangan berkata tidak mampu" atau sejenisnya, tapi cara menanamkannya di hati itu AMAT SUSAH. terutama di sini. mungkin di tempat kalian memiliki masalah menanamkan itu gampang, tapi tidak di sini.
Roda kehidupan saya sudah mulai bergulir ke bawah...
Friday, January 15, 2010
Entri 15 Januari 2010
Sore ini langit Tangerang cukup cerah. Aneh, sejak siang saya menanti-nanti gerhana matahari cincin yang dikabarkan akan occur mulai pukul 14.33 WIB hingga 16.00 WIB namun tidak ada tanda-tanda akan terjadi. Yah, mungkin memang bukan nasib, ya. :-/
Saat itu kegiatan belajar-mengajar di sekolah pelatihan telah usai. Kami sekelas segera beranjak dari sekolah dan menaiki mobil jemputan. Selama perjalanan, saya melihat-lihat pemandangan melalui jendela mobil. Hiruk-pikuk perkotaan sangat tampak di Tangerang. Tidak seperti di Balikpapan, di sini banyak terjadi kemacetan, polusi udara kelas berat, dan orang-orang yang lalu-lalang menampakkan tampang lesu. Persis seperti keadaan teman-teman kelas saya saat itu. Tired, exhausted, and sleepy. Wajah mereka semua mencerminkan beban. Padahal hari ini kami belajar setengah hari.
Hidup saya di sini memang cukup berat secara batin anak SMP seumuran saya. Walaupun kami diberi fasilitas yang cukup, kami digembleng untuk belajar fisika untuk menghadapi OSN setiap hari. Dan saya sendiri adalah individu yang terlewat santai. Ditambah lagi, saya tidak bisa berteman baik dengan fisika.
Saya tidak pernah menyukai fisika.
Dan sampai hari ini, saya sadar. Seberat apapun pelatihan ini, harus saya jalani. Saya tidak mungkin mangkir. Apa kata orangtua saya nanti? Apa yang akan teman-teman saya katakan? Apa yang akan guru-guru SMP saya rasakan nantinya?
Memang mimpi saya untuk menjadi jurnalis masih melekat erat di hati saya. Saya hampir saja memutuskan untuk mundur karena berpikir bahwa ini adalah jalan yang salah untuk menjadi seorang jurnalis. Tetapi setelah diwanti-wanti oleh sang ibu, saya tidak lagi putus asa. Menjadi jurnalis bukan berarti harus menyerahkan semua untuk jurusan literatur, bukan? Dengan pelatihan ini, saya harap saya akan bisa lebih baik tidak hanya dalam fisika, namun juga secara batin dan kepribadian.
Dan saya pikir, kalau memang bidang saya tulis-menulis, apa salahnya saya menyisihkan sedikit waktu saya dalam pelatihan ini untuk berkarya sastra?
Atau mungkin dengan sedikit blogging, dan menulis artikel iseng mungkin? Untuk sekadar mengasah kemampuan bahasa. :)
===========================
Semoga inspiring, hehe. *PD amat*
One Piece 570 terbit di OneManga hari ini, jadi saya curi-curi kesempatan membuka laptop dan sekaligus blogging. Tadinya sempat ingin menulis artikel tentang Linkin Park dengan bahasa sendiri dan pengetahuan secukupnya, tapi rasanya kurang info. Hehe.
Happy January, everybody! :)
Saat itu kegiatan belajar-mengajar di sekolah pelatihan telah usai. Kami sekelas segera beranjak dari sekolah dan menaiki mobil jemputan. Selama perjalanan, saya melihat-lihat pemandangan melalui jendela mobil. Hiruk-pikuk perkotaan sangat tampak di Tangerang. Tidak seperti di Balikpapan, di sini banyak terjadi kemacetan, polusi udara kelas berat, dan orang-orang yang lalu-lalang menampakkan tampang lesu. Persis seperti keadaan teman-teman kelas saya saat itu. Tired, exhausted, and sleepy. Wajah mereka semua mencerminkan beban. Padahal hari ini kami belajar setengah hari.
Hidup saya di sini memang cukup berat secara batin anak SMP seumuran saya. Walaupun kami diberi fasilitas yang cukup, kami digembleng untuk belajar fisika untuk menghadapi OSN setiap hari. Dan saya sendiri adalah individu yang terlewat santai. Ditambah lagi, saya tidak bisa berteman baik dengan fisika.
Saya tidak pernah menyukai fisika.
Dan sampai hari ini, saya sadar. Seberat apapun pelatihan ini, harus saya jalani. Saya tidak mungkin mangkir. Apa kata orangtua saya nanti? Apa yang akan teman-teman saya katakan? Apa yang akan guru-guru SMP saya rasakan nantinya?
Memang mimpi saya untuk menjadi jurnalis masih melekat erat di hati saya. Saya hampir saja memutuskan untuk mundur karena berpikir bahwa ini adalah jalan yang salah untuk menjadi seorang jurnalis. Tetapi setelah diwanti-wanti oleh sang ibu, saya tidak lagi putus asa. Menjadi jurnalis bukan berarti harus menyerahkan semua untuk jurusan literatur, bukan? Dengan pelatihan ini, saya harap saya akan bisa lebih baik tidak hanya dalam fisika, namun juga secara batin dan kepribadian.
Dan saya pikir, kalau memang bidang saya tulis-menulis, apa salahnya saya menyisihkan sedikit waktu saya dalam pelatihan ini untuk berkarya sastra?
Atau mungkin dengan sedikit blogging, dan menulis artikel iseng mungkin? Untuk sekadar mengasah kemampuan bahasa. :)
===========================
Semoga inspiring, hehe. *PD amat*
One Piece 570 terbit di OneManga hari ini, jadi saya curi-curi kesempatan membuka laptop dan sekaligus blogging. Tadinya sempat ingin menulis artikel tentang Linkin Park dengan bahasa sendiri dan pengetahuan secukupnya, tapi rasanya kurang info. Hehe.
Happy January, everybody! :)
Tuesday, December 1, 2009
Seabrek buku pelatihan fisika

Life as a nerd is no fricking easy. So is life as a goth that has destinied to live as a nerd. :(
I used to be a rocker. Goth. Dark clothes, loneliness, weeps, heavy rock, and rap. Well, maybe I was more into a rocker style. But still...
Before i can even learn how to play guitar, fate called me. She said that i have to go.. Out of hometown to do a physics lesson quarantine... That's so not me. But what can i do? The deal was too hard to refuse. One thing i could only think was: this is a chance to be an easy-prepared traveler. Well, i do love travels but this is ridiculous.
Friday, September 25, 2009
Wisata Malam

Believe it or not, guys. It's already 12.15 a.m but my family and I still sprint along Magelang ways through the night randomly. With no spesific destination. Actually, we've tried to find a hotel since 11 p.m but I guess we're out of luck this time.
Mobil kami mogok tepat di perempatan jalan dan semua hotel penuh. Bahkan yang terletak di pinggiran. Sungguh contoh nyata Teori Murphy. I can't think of more that could make things worse. *mengetok kayu*
Rencananya sih pagi besok kami akan mengunjungi Candi Borobudur lalu berangkat ke Jogja untuk wisata budaya. Sehingga hari sabtu nanti kami dapat kembali ke Randublatung tepat waktu lewat rute Purwokerto. Tapi yah, memang manusia merencanakan dan Tuhan menentukan. Jangan-jangan gara-gara belum shalat Isya ya? Hehe.
Wisata ini kami laksanakan lantaran di Randublatung, kampung halaman ibuku, tidak banyak kegiatan yang bisa dikerjakan. Kalau tidak main psp yaa.. tidur. Pokoknya hal ini sudah membuatku memiliki naluri hewan: melakukan apa yang diinginkan. Mungkin sikap itu mempengaruhi pikiran ortuku yang semula hanya ingin bersantai di Randu dan menjalani gaya hidup pedesaan yang penuh rasa kekerabatan menjadi keprihatinan terhadap anaknya yang memang bawaannya primitif ini.
One last quote: one word affects big things. Kata 'primitif' yang baru kuketik telah menyebabkan perjalanan malam ini menjadi so much nomaden-alike. Setelah nasib berkata bahwa kami takkan dapat kamar hotel malam ini, kami memutuskan parkir di mushalla sebuah pom bensin dan tidur di mobil, di mana banyak keluarga senasib juga melakukan hal yang sama. Haha.
Well, that ends today's archive. I gotta sleep and I'm gonna write another story next time. Nighty night.. *yawn*
Subscribe to:
Posts (Atom)